Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Fakultas Kedokteran Swasta Terbaik di Indonesia

Indonesia memiliki beberapa universitas swasta kedokteran terbaik. Universitas kedokteran Swasta ini tersebar dari ujung barang hingga ujung timur Indonesia. Hal ini memudahkan Anda  yang ingin menjadi dokter dan kuliah di universitas kedokteran swasta. Untuk masuk ke fk swasta terbaik Anda harus mempersipakan diri sebaik mungkin seperti nilai akademik, mengikuti bimbel, dan berdoa.


Bagi Anda yang baru lulus Sekolah Menegah Pertama (SMA) pasti mengharapkan kuliah kedokteran di universitas negeri. Sebenarnya universitas negeri ataupun swasta sama saja tergantung bagaimana Anda belajar dan mengembangkan diri disana. Anda dapat mengikuti beberapa organisasi kedokteran seperti ISMKI sehingga Anda akan mendapatkan teman dan koneksi yang luas.


Syarat mendaftar di fakultas kedokteran swasta sama halnya dengan negeri. Kebanyakan pendaftar akan menempuh ujian mandiri di masing-masing universitas. Jika Anda yang sebentar lagi akan mengikuti tes ujian masuk universiatas swasta dan merasa persiapan belum matang. Kami anjurkan Anda untuk mengikuti bimbel khusus kedokteran. Dalam bimbel Anda akan dipersiapkan sebaik mungkin dalam menjawab soal-soal dalam ujian masuk. Jadi tidak ada salahnya untuk Anda mencoba mengikuti bimbel jika sudah lulus sekolah


Hal yang patut diperhitungkan juga dalam memilih kedokteran swasta terbaik tentu saja biaya. Tidak dipungkiri lagi bahwa biaya menempuh pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran swasta lebih mahal dibandingkan negeri. Maka dari itu Anda harus serius dalam belajar dan membuat orang tua bangga. Kami merekomdasikan beberapa universitas swasta yang dapat menjadi pertimbangan Anda jika ingin menjadi dokter.


Daftar 5 Fakultas Kedokteran Swasta Terbaik di Indonesia

fk Swasta Terbaik di Indonesia

1. Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan

fk Universitas Pelita Harapan


Universitas Pelita Harapan atau UPH sebuah perguruan tinggi swasta (Kristen) yang berada di sejumlah tempat, Program Sarjana S-1 di Lippo Village, Tangerang, Banten, Program Master di teritori Semanggi, Jakarta dan Surabaya, Jawa Timur (Program Sarjana S-1 dan S-2 Master)


Universitas Pelita Harapan dibangun di bulan Mei 1994 oleh Ir. Johannes Oentoro dan Dr. (HC) James Riady (Lippo Grup). Sebelumnya UPH tempati gedung sementara di Gedung Lippo Bank, Kedoya, Jakarta, selanjutnya berpindah ke gedung Menara Asia, di kota berdikari Lippo Karawaci, Tangerang. Tanggal 5 September 1994, aktivitas perkuliahan diawali di Menara Asia dengan lebih kurang 250 mahasiwa di 3 fakultas dan 8 jurusan, sementara pembangunan gedung UPH Tower jalan.


Tahun 1995, semua aktivitas perkuliahan dipindah ke UPH Tower. Di tahun yang serupa, Yayasan Pelita Harapan buka Sekolah tinggi Pariwisata Pelita Harapan dengan jurusan Management Perhotelan dan Management Usaha Rekreasi dan Fakultas Ilmu Komunikasi. Searah dengan perkembangan jumlah mahasiswa dan bertambahnya jurusan, pembangunan gedung kuliah semakin bertambah, Gedung D (2004), Gedung E (2005), Gedung C (2006), UPH Business School (2008).


Di tahun 2006, UPH buka kelas internasional untuk mereka yang ingin memperoleh gelar Sarjana di Indonesia. Sedang untuk program S2 Master, UPH buka kelas di teritori Semanggi, Jakarta. Tahun 2007, UPH buka cabang di luar Jabodetabek, yakni di Surabaya, Jawa Timur dengan 6 program sarjana S-1 dan 2 program S-2 master. Fakultas Kedokteran sebagai salah satunya fakultas yang dibuka di situ selain fakultas-fakultas yang lain.


Visi dan Misi Universitas Pelita Harapan

Visi :  "To be a Christ-centered institution for excellent, holistic, transformational higher education that will develop competent leaders and professionals who are equipped with true knowledge, guided by faith in Christ, and exemplify godly character".

Misi :

  1. To prepare and empower students to become holistic professionals and servant leaders who are ready to serve and to glorify God.
  2. To contribute to the advancement of knowledge and technology based on Christ – centered principles.
  3. To participate in community development, nation building, and improvement of the quality of human life and the society for the glory of God.


2. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia

fk Universitas Islam Indonesia


Lahirnya kedokteran Universitas Islam Indonesia atau yang dipersingkat dengan UII ini bermula dari rektor waktu itu ialah Prof. Dr. dr. M. Sardjito yang ingin buka fakultas kedokteran yang bukan hanya berada di lingkungan UII, tetapi akan buka di beberapa wilayah di semua Indonesia. Pada tahun-tahun 1964 sampai 1970, di bawah kepimpinan Prof. Dr. dr. M. Sardjito (seorang dokter klinis terpenting di Indonesia), UII meluaskan sampai mempunyai 22 fakultas, lima yang berada di Yogyakarta dan bekasnya menyebar di propinsi lain: Jawa tengah (Solo, Klaten, dan Purwokerto), dan Sulawesi Utara (Gorontalo). Misalnya ialah Fakultas Kedokteran Universitas Jendral Soedirman, yang cikal bakalnya ialah Fakultas Kedokteran UII di Purwokerto yang ditutup di tahun 1975.


Tetapi di tahun 1967 Direktur Jendral Perguruan Tinggi keluarkan surat keputusan No 164 tahun 1967 mengenai "Syarat Buat Pembimbingan Perguruan Tinggi Swasta", yang eksekutornnya diterangkan dalam keterangan tercatat dari kepala Agen Perguruan Tinggi Swasta dan Kedinasan Direktorat Jendral Perguruan Tinggi no 1223/PT/III/1968 tanggal 3 Desember 1968. Berdasar keputusan ini cabang-cabang UII di wilayah harus dilepaskan walau sudah lama dirintis dan dibina. Selanjutnya cabang-cabang UII di wilayah ada yang bubarkan diri, sesudah salurkan mahasiswanya ke UII pusat Yogyakarta, ada sebagai perguruan tinggi otonom, atau menyatu dengan fakultas semacam di wilayah yang berkaitan.


Selanjutnya dengan kemauan yang kuat dalam pendidikan kesehatan, dan keperluan dokter di Indonesia pada akhirnya UII berencana dalam dasawarsa pertama era 21, buka fakultas kedokteran kembali. Dengan perjuangan yang keras, pada akhirnya FK UII memperoleh izin penyelenggaraan program pendidikan dokter berdasar surat Dirjen Dikti Depdiknas no 3084/D/T/2001. Semenjak tanggal 3 September 2001 proses evaluasi sudah mulai dikerjakan di Fakultas Kedokteran UII.


Visi dan Misi Fakultas Kedokteran UII

Visi : sebagai suatu institusi yang rahmatan lil ‘alamin, memiliki komitmen pada kesempurnaan (keunggulan), risalah Islamiyah di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat dan dakwah, setingkat dengan Fakultas Kedokteran yang berkualitas, yang bertaraf nasional dan internasional pada tahun 2025.

Misi :  Melaksanakan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat dan dakwah untuk berperan serta  dalam pembangunan bidang kesehatan melalui lulusan yang bermanfaat bagi masyarakat, menerapkan nilai-nilai Islami serta berdaya saing tinggi dalam aspek  keilmuan, kepemimpinan, keahlian, kemandirian dan profesionalisme.


Biaya Fakultas Kedokteran UII

Biaya yang ada pada kedokteran UII yakni SPP yang disaksikan dari barisan 1 sampai 6. Barisan 1 sejumlah Rp. 195.000.000, barisan II Rp. 205.000.000, barisan III Rp. 215.000.000, barisan IV Rp. 225.000.000, barisan V Rp. 235.000.000, dan barisan 6 Rp. 245.000.000


Syarat dan Cara mendaftar di Fakultas Kedokteran UII

Universitas kedokteran UII beralamatkan di Jalan Kaliurang KM. 14,5 Sleman Yogyakarta bernomor telephone +62274898444 dan websitenya fk.uii.ac.id kalian dapat memperoleh info tentang kedokteran UII lebih terang.



3. Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara

fk Universitas Tarumanegara


Univeritas Tarumanegara atau yang umum disebutkan Untar sudah lama mempunyai Program Studi Kedokteran. Pertama kali terciptanya kedokteran ingin di dibangun di Untar telah semenjak 1954 dengan seorang sosiawan Perhimpunan Sosial Tjandra Naya (dulu Sin Ming Hui) namanya Bayumi Wahab. Dasar pemikiran lahirnya ide itu adalah kesuksesan pendirian Rumah Sakit Sumber Sehat di Jalan Kyai Tapa (dulu Jalan Tangerang) di atas sebidang tanah selebar 8 hektar di tahun 1954.


Terciptanya Kedokteran Untar karena waktu itu pendiri Perhimpunan Sosial memikirikan tenaga dokter-dokter muda yang mahir dan kuat untuk menukar dokter-dokter senior, dan menjadi kader yang kuat untuk meneruskan usaha sosial Perhimpunan Sosial "Tjandra Naya" dalam sektor kesehatan. Pada akhirnya dibentuklah Panitia Penyiapan Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara yang terbagi dalam: Prof. Dr. Slamet Muljana (Rektor Untar saat itu), Bajumi Wahab, Dr. Lie Ging Tjwan (Dr. L. Gito Husodo), Drs. Kwee Hwat Djien, Khoe Woen Sioe, Tan Kwie Seng, R. Budi Setiawan dan Sidik Salamun.


Akreditasi Fakultas Kedokteran Untar

Sesudah jalani banyak proses dalam pembikinan Fakultas Kedokteran, pada akhirnya pada 1 Oktober 1965 terciptalah kedokteran Untar dan formasi kepimpinannya. Dengan demikian Kedokteran Untar mulai terima mahasiwa yang ingin tempuh pendidikan di Kedokteran Untar. Sekarang ini akreditasi Kedokteran Untar telah memperoleh A lewat BAN-PT.


Visi dan Misi Fakultas Kedokteran Untar

Visi : Menjadikan Kedokteran yang Unggul pada tingkat Asia tenggara yang memiliki integritas, profesionalisme dan entrepreneurial pada tahun 2025.

Misi : 

  1. Menyelenggarakan pendidikan Kedokteran berlandaskan nilai-nilai Integritas, Profesional, dan Entrepreneurship (IPE) dengan keunggulan pada manajemen lanjut usia.
  2. Menyelenggarakan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dalam bidang kedokteran berdasarkan kegiatan Tridharma bagi seluruh sivitas akademika yang berlandaskan nilai-nilai integritas, profesional dan entrepreneurship dengan keunggulan pada manajemen lanjut usia
  3. Menyelenggarakan dan mengembangkan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bidang kedokteran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan ilmu, teknologi, dan seni secara berkesinambungan dengan keunggulan pada manajemen lanjut usia
  4. Menyelenggarakan kerjasama Pendidikan Kedokteran yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri dalam rangka memperluas jejaring.

Biaya Fakultas Kedokteran Untar

Biaya yang ada di Kedokteran Untar yakni dengan uang pangkal sejumlah Rp. 350.000.000, uang per SKS sejumlah Rp. 3.000.000, dan Keseluruhan biaya kuliah untuk semester I sejumlah Rp. 35.000.000. Untuk memperoleh info tentang syarat pendaftaran Kedokteran Untar bisa berkunjung websitenya http://fk.untar.ac.id/ dan nomor telephone yang bisa dikontak +6221 56958723.



4. Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

fk Universitas Kristen Maranatha



Kedokteran Universitas Kristen Maranatha awalannya tercipta dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia Immanuel Bandung yang waktu itu melepas diri karena ada permasalahan internal universitas yang sangat menggelisahkan mahasiwa. Pada akhirnya beberapa mahasiswa-mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) Immanuel yang sejumlah 130 orang, yang sudah mengatakan melepas diri dari UKI Immanuel di hari Sabtu tanggal 4 Juli 1964 malam berada di Lyceum Jln. Ir. H Juanda, Bandung.


Beragam usaha sudah dilakukan oleh beberapa mahasiswa, seperti menghadap dan melapor ke Menteri PTIP (Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan) dan Dr. I Leimena, Wakil Pertama Menteri II, di saat itu. Disamping itu, Tubuh Pendidikan Kristen (BPK) - Jawa barat sudah berusaha cari jalan keluar penampung untuk mahasiswa-mahasiswa, dengan mengontak UKI Jakarta dan Universitas Kristen Satya Wawasan Salatiga, tetapi usaha ini gagal.


Pada akhirnya dengan kegigihan mahasiwa Kedokteran UKI Immanuel membuat beberapa intelegensi kristen untuk memb. angun satu instansi pendidikan kristen di Bandung. Tetapi, Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) cabang baru di Bandung, yang baru dibangun di tanggal 19 April 1964, pada konsepnya tidak menolong mahasiswa, karena hal itu sebagai masalah UKI Immanuel.


Di tanggal 29 Desember 1964 jam 20.00, berada di Lycuem, Bandung, diselenggarakan tatap muka beberapa beberapa tokoh gereja dan warga Kristen, dalam rencana pecahkan kesusahan yang di temui oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran yang melepas diri dari UKI Immanuel. Selanjutnya, Beberapa figur PIKI pada akhirnya memilih untuk membangun satu perguruan tinggi Kristen yang baru di Bandung, yang disokong oleh Gereja Kristen Indonesia (GKI) dan Gereja Kristen Pasundan (GKP). Perjuangan yang gigih dari beberapa mahasiswa bekas fakultas kedokteran UKI Immanuel pada akhirnya berbuah hasil.


Di hari Senin 14 Juni 1965, dibuatlah akta pendirian Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha oleh notaris Lie Kwee Nio di Bandung. Ketua Yayasan PTK Maranatha dijabat oleh dr. J.E. Siregar, dari GKP. Di hari Sabtu 11 September 1965 jam 17.00 berada di GKI-Jabar Jl. Kebon Jati 40 (saat ini no. 100) Bandung, disahkan berdirinya Universitas Kristen Maranatha. Acara pengesahan diprioritaskan oleh doa yang dipegang oleh Pdt. Jakin Elia, yang diteruskan dengan sambutan dari dr. J.E. Siregar sebagai ketua Yayasan PTK Maranatha, dr. Hasan Sadikin sebagai wakil UNPAD, Gurbernur Jawa barat Bapak Mashudi, Pdt. Tan How Siang Sekjen Sinode GKI, dr. Hasin Boesoirie Direktur RSUP Ranca Badak (saat ini RSUP Hasan Sadikin), dan Ir. Go Pok Oen, Ny. J. Leimena, Mawawi MSc, dr. Median Sirait sebagai beberapa tokoh intelektual Kristen.


Visi Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

Visi : Di tahun 2024, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha jadi fakultas kedokteran swasta terbaik di Indonesia di bagian herbal medik dan nutrisi medik dengan junjung tinggi nilai-nilai kasih dan keteladanan Yesus Kristus.

Misi :

  1. Menyelenggarakan pendidikan dokter sesuai Standar Pendidikan Profesi Dokter Indonesia, perkembangan ilmu dan teknologi terapan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kasih dan keteladanan Yesus Kristus, dengan muatan lokal herbal medik dan gizi medik.
  2. Menyelenggarakan dan mengembangkan penelitian di berbagai bidang kedokteran, khususnya di bidang herbal medik dan gizi medik.
  3. Melakukan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai bentuk nyata penjabaran nilai-nilai kasih dan keteladanan Yesus Kristus.

Biaya Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

Biaya yang diberi untuk mahasiswa kedokterannya yakni dengan SPP sejumlah Rp. 37.500.000 per semester, Dana Peningkatan Harus Rp. 218.000.000, pengenalan universitas 7 almet Rp. 1.200.000 dan servis kesehatan sejumlah Rp. 270.000. untuk informasi selanjutnya tentang syrat pendaftaran FK Kristen Maranatha bisa di datangi websitenya https://med.maranatha.edu dan nomor telepon+62 22 - 201 2186.



5. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung

fk Universitas Islam Bandung


Kedokteran Universitas Islam Bandung berdiri atas harapan rektor Dr. (HC) KHEZ Muttaqien di tahun 1970-an telah ada saran-usulan supaya Unisba membangun Fakultas Kedokteran. Di saat tahun 1998 rektor waktu itu Prof. Dr. H Djawad Dahlan jadi Rektor, mempunyai gagasan membangun Fakultas Kedokteran kembali muncul, bahkan juga telah ada support dari Rektor Unpad saat itu (Prof. Himendra Wargahadibrata, dr., SpAn). Tetapi kembali lagi usaha itu belum juga sukses.


Saat di tahun 2001, Prof. Dr. E. Saefullah Wiradipraja, SH., LL.M yang memegang sebagai Ketua Umum Pendidikan Islam Pelaksana Unisba dipilih jadi Rektor, gagasan membangun Fakultas Kedokteran kembali diatasi lebih serius serta lebih intens. Diawali dengan bergerak cari support dari beragam faksi dan dari warga lebih luas, seperti dari kelompok umat Islam, dari beberapa ulama (MUI), Pemda Propinsi Jawa Barat, DPRD Jawa Barat, Pemda Kota Bandung, Ikatan Dokter Indonesia Jawa Barat dan Kota Bandung, Dinas Kesehatan Jawa Barat dan Kota Bandung, Universitas Padjadjaran dan Fakultas Kedokterannya, dari beberapa Pimpinan Rumah Sakit Islam (Al-Ikhsan, Al-Islam, Muhammadiyah).


Selanjutnya mereka siap jadi Rumah Sakit Pendidikan Fakultas Kedokteran Unisba, dan beberapa rumah sakit yang lain, baik yang berada di kota Bandung atau kota yang lain di Jawa Barat. Perlu dicatat juga, jika Rektor Unpad Prof. Himendra Wargahadibrata mengatakan jika salah satunya pekerjaan Prof. E. Saefullah jadi orang Unpad (yang saat itu memegang sebagai Sekretaris Senat Unpad) ialah karena itu Fakultas Kedokteran Unpad akan menolong seutuhnya.


Selanjutnya Rektor membuat Team untuk mempersiapkan proposal pendirian Fakultas Kedokteran UNisba, yang beberapa anggotanya terbagi dalam beberapa pejabar dan beberapa orang Unisba sendiri, dipimpin oleh Rektor Unisba untuk di sampaikan ke Menteri Pendidikan Nasional RI an Dirjen Pendidikan Tinggi, di tanggal 1 September 2001, Rektor ajukan permintaan ke Menteri Pendidikan lewat Dirjen Dikti untuk Pendirian dan Ijin Operasional Fakultas Kedokteran Unisba. Paa tanggal 13 Juni 2002, diselenggarakan penandatanganan Dokumen Kerja sama di antara Unisba dan FK Unpad untuk membuat, membangun, dan meningkatkan FK Unisba.


Di tanggal 22 April 2003 dengan Surat Keputusan Rektor No. 038/G.06/SK/Rek/IV/2004 dipilih jadi Pimpinan/Petinggi Sistematis FK Unisba yang pertama. Pada akhirnya suatu hal yang ditunggu-tunggu, yakni Ijin Penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Dokter Tingkatan Program Sarjana (S1) Unisba dating , yakni Surat Keputusan Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional RI No. 4224/D/T/2004 tertanggal 27 Oktober 2004.


Visi dan Misi Kedokteran Universitas Islam Bandung

Visi : Menjadi Fakultas Kedokteran yang maju dan terkemuka di tingkat ASEAN pada tahun 2025 berlandaskan nilai-nilai Islam dengan keunggulan di bidang kesehatan industri.

Misi : Menyelenggarakan pendidikan yang bermutu dan bersaing dengan mengintegrasi nilai-nilai Islam dan keunggulan kesehatan industri sehingga mampu berperan dalam peningkatan derajat kesehatan.


Biaya Kedokteran Universitas Islam Bandung

Biaya yang dikasih ke mahasiswa kedokteran Unisba terdiri jadi 4 tipe yakni IPU (Infak Peningkatan Unversitas, IPF (Infak Peningkatan Fakultas), IKT (Infak Kuliah Tetap), IPU sebesar (2x angsuran) sejumlah Rp. 120.000.000, IPF Rp. 60.000.000, IKT/tahun Rp. 40.000.000. Untuk informasi lebih terang syarat pendaftaran kedokteran Unisba bisa kalian datangi situs https://fk.unisba.ac.id dan nomor telephone yang bisa di kontak 022 - 4203368.


Penutup

Itulah pembahasan mengenai 5 Fakultas Kedokteran Swasta Terbaik di Indonesia, Kedokteran negeri atau swasta sebenarnya sama saja, hanya tergantung kepada Anda serius menjalani nya atau tidak. FK swasta memang memiliki biaya yang lebih tinggi dibandingkan negeri, jadi tetaplah semangat untuk belajar dan berdoa agar kelak menjadi dokter yang sukses.

Posting Komentar untuk "5 Fakultas Kedokteran Swasta Terbaik di Indonesia"